VIRUS SIM

Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran(biological viruses) yaitu dapat menular dan merusak bagian tertentu. Istilah “virus” ini digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Berbeda dengan ”worm”, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi dieksekusi. Ada beberapa kriteria sehingga suatu program dikatakan ”virus”, yaitu memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi, memeriksa suatu program, untuk menggandakan diri dan menularkan, melakukan manipulasi dan menyembunyikan diri. Tetapi kkriteria utama untuk menjadi ”virus” adalah jika program tersebut memiliki kemampuan untuk menggandakan dan menularkan. Jika kriteria ini tidak dimiliki, berarti program tersebut bukanlah virus.

Dan seperti yang telah saya singgung sebelumnya, virus komputer mirip dengan virus pada istilah kedokteran yaitu virus komputer ternyata juga memilki siklus hidup. Siklus hidupnya terdiri dari 4 tahap: Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur ), Propagation phase ( Fase Penyebaran ), Trigerring phase ( Fase Aktif ), dan Execution phase ( Fase Eksekusi ). Virus disebarkan dengan beberapa cara/ media yaitu Disket, media storage R/W Jaringan ( LAN, WAN,dsb), WWW (internet), Attachment pada Email, transferring file, serta Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan. Dan berdasarkan survey dari ICSA ( International Computer Security Association ), dilaporkan bahwa 86% virus yang ada saat ini dapat disebarkan melalui e-mail. Untuk itulah ahli strategi melawan virus harus melakukan proteksi pada e-mail server sebagai suatu “jalan raya” virus.

Kebanyakan skenario suatu virus e-mail adalah sebagai berikut : virus disisipkan atau di-attach di suatu e-mail yang sepintas terlihat legal atau normal. Seperti misalnya e-mail sponsorship, promosi, dll. Virus e-mail tidak akan menginfeksi e-mail server melainkan akan membuka address book di desktop dan selanjutnya akan secara otomatis mengirim-dirinya sendiri ke seluruh alamat e-mail yang ada di address book tersebut, contohnya virus Melissa. Beberapa e-mail mungkin membutuhkan trigger atau aksi pemicu untuk melakukan reply, seperti misalnya butuh pengguna melakukan klik di gambar atau link yang ada di e-mail tersebut. Tetapi beberapa virus tidak butuh itu, dan secara otomatis akan langsung mengirimkan reply-nya.

Cara terbaik untuk menghambat penyebaran virus e-mail adalah dengan mencegah e-mail yang berisikan virus tersebut tidak masuk ke internal sistem komputer kita, yaitu di e-mail server. Berdasarkan survey diketahui bahwa sebagian besar pengguna bisnis memiliki 1 atau lebih e-mail selain e-mail resmi perusahaannya. Mereka memiliki e-mail dengan mendaftar di berbagai e-mail provider di internet seperti yahoo, hotmail, mail.com, lycos, dll. Permasalahan yang muncul adalah e-mail yang lalulalang melalui web/http dan bukannya pop3/smtp tidak akan terdeteksi oleh sistem antivirus yang dipasang di e-mail server perusahaan. Untuk itu perlu diaktifkan pengamanan dengan memanfaatkan firewall. Sebenarnya firewall hanya digunakan untuk mengelola keamanan akses, dengan memblokir akses keluar/masuk ke/dari alamat tertentu. Tetapi dengan memanfaatkan utiliti antivirus tertentu, firewall dapat dimanfaatkan untuk memfilter content e-mail yang lalulalang melaluinya, sehingga e-mail yang tidak melalui server e-mail perusahaan tetap dapat diproteksi.. Sumber daya lain yang juga harus diproteksi adalah File server itu sendiri. Selain masalah teknis, capability dan knowledge user itu sendiri terhadap virus , termasuk bagaimana mereka menyebar, menginfeksi, merusak, dan bagaimana menanggulanginya juga harus ditingkatkan agar tidak terjadi pemahaman yang salah sehingga terkadang dapat memunculkan hal-hal yang tidak perlu, seperti misalnya : komputer desktop yang terkena virus perlu di format ulang dan diinstalasi ulang, e-mail server yang terinfeksi perlu didisconnect dan didown , dll..

Virus hingga saat ini tetap menjadi ancaman laten Jangan pernah mengabaikan baik virus lama dan virus baru, semua sama-sama akan mengganggu dan mengakibatkan kerugian.

Tapi di sisi lain, kemunculan virus bisa dibilang menjadi lahan bisnis bagi perusahaan antivirus. IDC menghitung, ada US$3,7 miliar pendapatan yang dicatatkan dari berjualan produk-produk antivirus. Angka tersebut naik 36 persen dari 2003 ke 2004. IDC memperkirakan, pasar antivirus akan berkembang terus, mencapai US$7,3 miliar di tahun 2009. Demikian seperti dikutip dari CnetNews.com

H-A-C-K-E-R

Hacker dalam memiliki definisi;

” A person who enjoys exploring the details of programmable systems and how to stretch their capabilities, as opposed to most users, who prefer to learn only the minimum necessary. The Internet Users’ Glossary, usefully amplifies this as: A person who delights in having an intimate understanding of the internal workings of a system, computers and computer networks in particular”

Definisi di atas menujukkan bahwa seharusnya hacker tidak melakukan hal yang jahat, fokus kerjaannya juga hanya seputar komputer dan pembenahan sistemnya, bukannya merubah profil orang seperti kasus di Friendster. Pada kasus Friendster memiliki persamaan yaitu si hacker mengubah nama, profil, foto dll. Walaupun terlihat sepele tetapi hal tersebut pasti akan membuat si pemilik merasa malu, marah dan jengkel. Karena tidak jarang si hacker mengubah dan mengganti foto pemilik dengan foto-foto seronok. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya setelah membuka Friendster kita harus lebih teliti untuk me-Log Out nya. Lalu jangan sembarangan memberikan alamat email kita kepada orang yang tidak kita kenal (terutama waktu kita add teman dari Friendster). Dan akan lebih baik mengaktifkan piranti security yang ada pada Friendster Lock Profile dan Profile hanya bisa dibuka oleh teman yang sudah kita add.

Kasus lain yang terbilang lebih ringan adalah kasus situs Astro yang diobok-obok oleh hacker. Di situs tersebut hacker membuat tulisan bernada protes dan kekecewaan (tentunya dengan kata-kata jorok) mengenai hak siar pertandingan sepakbola Premier League (Liga Inggris) yang sepenuhnya dimiliki televisi berlangganan ini. Sebelumnya para pecinta sepakbola dapat menikmati pertandingan demi pertandingan tanpa membayar sedikitpun (kecuali biaya listrik!!). Namun sejak Astro membeli hak siar eksklusif, maka untuk menonton pertandingan mereka harus berlangganan dan membayar minimal Rp 250.000,00 per bulan!!!

Jadi, hacker melakukan aksinya dengan berbagai motif. Ada yang hanya iseng, adanya motif balas dendam hingga melakukan tindakan kriminal tingkat tinggi seperti pembobolan bank.

Sebenarnya yang patut disalahkan dalam kasus ini bukanlah hackernya, tapi orang yang hanya bisa sedikit ketrampilan komputer dan lebih banyak jahilnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: