Memahami sosiologi Hukum

Ilmu hukum termasuk ke dalam ilmu pengetahuan kemasyarakatan, yang secara khusus mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan kaidah-kaidah hidupnya, terutama yang berlaku pada masa kini (hukum positif). Ilmu hukum positif mencoba mencari hubungan sebab akibat (kausalitas) antara gejala-gejala hukum yang terjadi di sekitar manusia. Untuk dapat menggambarkannya dan menjelaskan gejala-gejala hukum dan segala permasalahannya, ilmu hukum positif dituntut untuk mengadakan kajian mengenai apakah titik-tolak serta asas-asas hukum selaras dengan perasaan hukum yang hidup dan berkembang dalam masyarakat atau tidak. Dalam menjawab persoalan tersebut, ilmu hukum positif membutuhkan ilmu-ilmu bantu lainnya, seperti, sejarah hukum, sosiologi hukum, perbandingan hukum, dan politik hukum.

Adapun yang termasuk ke dalam kajian ilmu hukum itu adalah sebagai berikut :

Ilmu Hukum Sebagai Ilmu Kaidah ((Normwissenschaft, Sollenwissenschaft).

Ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah-kaidah (normwissenschaft, sollenwissenschaft) dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum. Kaidah adalah patokan atau ukuran ataupun pedoman untuk berperilaku atau bersikap tindak dalam hidup. Kaidah hukum itu sendiri menurut isinya ada tiga macam yaitu; kaidah-kaidah hukum yang berisikan suruhan, larangan, dan kebolehan.

Ilmu Hukum Sebagai Ilmu tentang Kenyataan (Seinwissenschaft).

Ilmu ini menyoroti hukum sebagai perilaku atau sikap tindak, yang antara lain dipelajari dalam sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum, dan sejarah hukum.

Dalam penjelasan kajian hukum tersebut tampak luasnya ruang lingkup dari disiplin hukum tentang ilmu-ilmu hukum. Tampak jelas pula mengenai perbedaan antara dogmatik hukum dengan ilmu kenyataan. Perbedaannya adalah :

* Dogmatik hukum sama dengan ilmu hukum normatif (das sollen). Adanya keharusan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu menurut norma hukum.

* Ilmu kenyataan, sama dengan ilmu hukum empiris (das sein), jadi tidak berbicara apa yang seharusnya, akan tetapi bagaimana norma hukum dalam kenyataan, dan berdasarkan pengalaman yang terjadi di dalam masyarakat.

Dari penjelasan 2 (dua) paradigma kajian hukum tersebut di atas maka Ilmu Hukum Sebagai Ilmu Kaidah yang melahirkan Ilmu Hukum Normatif, dan Ilmu Hukum Sebagai Ilmu tentang Kenyataan yang melahirkan Ilmu Hukum Empiris.

Posisi sosiologi hukum dalam kajian ilmu hukum empiris?

Hukum adalah bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang menjadi objek penelaahan Ilmu Hukum Empiris, sedangkan hukum itu sendiri ada dan melekat pada suatu masyarakat. Oleh karena itu hukum tidak dapat dipisahkan dari masyarakat.

Posisi sosiologi hukum dalam kajian ilmu hukum empiris merupakan ilmu terarah untuk menjelaskan hukum positif yang berlaku (artinya isi dan bentuknya yang berubah-ubah menurut waktu dan tempat) dengan bantuan faktor-faktor kemasyarakatan. Sosiologi hukum melihat bahwa hukum bukanlah gejala netral, yang semata-mata merupakan hasil rekaan bebas manusia, tetapi bahwa ia berada dalam jalinan yang sangat erat dengan masalah-masalah dan perkembangan kemasyarakatan. Pada satu sisi, hukum itu sendiri dapat dijelaskan dengan bantuan faktor-faktor kemasyarakatan dan pada sisi lain gejala-gejala kemasyarakatan dapat dijelaskan dengan bantuan hukum. Dalam dua hal itu maka Ilmu hukum empiris dan gejala kemasyarakatan (sosiologi hukum) diletakan pada suatu tataran yang sama. Dalam sosiologi hukum yang dimaksud dengan “menjelaskan” adalah memberikan penjelasan kausal conform dengan pandangan-pandangan yang berpengaruh dalam ilmu-ilmu hukum empiris. Jadi sosiologi hukum itu adalah sebagai ilmu hukum empiris, yang setia hanya pada pemaparan fakta-fakta.

Tujuan Mempelajari Sosiologi Hukum?

Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari fenomena hukum yang bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap praktik hukum. Artinya menjelaskan mengapa dan bagaimana praktik-praktik hukum itu terjadi, sebab-sebabnya, faktor-faktor yang berpengaruh, latar belakang dan sebagainya. Selain itu juga tujuan dalam mempelajari sosiologi hukum adalah untuk mengetahui bagaimana tumbuh dan berkembanganya gejala-gejala yang ada dalam masyarakat, yang artinya agar kita dapat menyelidiki hubungan yang terdapat antara susunan hukum suatu masyarakat dengan berbagai macam bentuk dan pengaruh apa yang dilakukan oleh pandangan-pandangan religius yang berlaku dalam masyarakat itu terhadap hukum.

Korelasi Sosiologi Hukum dengan Teori Hukum?

Sosiologi hukum merupakan bagian dari Teori Hukum dalam arti luas.
Hasil-hasil kajian dalam Sosiologi hukum sangat bermanfaat dan penting artinya bagi pengembangan sebuah teori hukum dan pengembangan ilmu hukum positif.

Aspek “sociological logic” dalam pelaksanaan suatu kontrak dan mengapa “business logic” pada saat tertentu nampak lebih dominan dalam penyelesaian suatu masalah mereka dari pada “legal logic” yang tertuang dalam kontrak?

Aspek “sociological logic” dalam pelaksanaan suatu kontrak, karena kontrak dapat dibuat oleh para pihak, dan para pihak itu terdiri dari beberapa orang (masyarakat) sehingga kadang isi kontrak dipengaruhi oleh kemampuan berpikir banyak orang (bisa 2 orang atau lebih), karena lahirnya kontrak juga karena di perjanjikan dan berlaku sebagai undang-undang jika dibuat oleh para pihak.

Karena kecenderungan kontrak dibuat kadang-kadang lebih di dominasi pihak yang lebih kuat dan kontrak di buat pasti lebih banyak menguntungkan pihak-pihak yang kuat atau kadang-kadang para pihak yang membuat kontrak ingin yang praktis jadi biar satu pihak yang buat kontrak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: