Panwaslu Gresik Terima Laporan Politik Uang

Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Kada Kabupaten Gresik, Jatim, menerima 14 laporan pelanggaran, termasuk sebuah laporan politik uang. “Laporannya ada politik uang di Banjarsari, Kecamatan Manyar. Tapi saat kami sanggong (intai) justru tidak terjadi,” kata Ketua Panwas Gresik, M. Toha di Gresik, Selasa, (25/5).

Menurut Toha, laporan itu menyebutkan ada orang memberi amplop berisi Rp20 ribu, kemudian pihaknya langsung memerintahkan panwas kecamatan (panwascam) setempat untuk “menyanggong” (mengintai). “Hasilnya, laporan itu belum terbukti. Laporan tentang politik uang itu umumnya memang agak sulit dalam pembuktian, sehingga harus tertangkap tangan,” ucapnya menegaskan.

Namun, katanya, bila dapat dibuktikan akan mengandung unsur pidana yang arahnya dapat membatalkan perolehan suara di wilayah setempat. “Biasanya, pelanggaran politik uang itu mulai marak menjelang pencoblosan atau pada dinihari, tapi soal itu belum ada laporan sama sekali. Bisa jadi, politik uang itu dilakukan dengan cara yang lebih canggih, sehingga sulit dilacak,” ujarnya sambil tersenyum.

Tentang laporan lainnya, dia menyebutkan kampanye dengan memanfaatkan anak-anak, penggunaan mobil pelat merah, pemasangan stiker Sensus Penduduk yang menutupi stiker calon, pemerasan dalam kampanye, dan sebagainya. “Semuanya masih dalam proses penyelesaian, seperti penggunaan mobil pelat merah, kami masih mengonfirmasi mobil nomer tertentu kepada instansi terkait,” paparnya.

Mengenai stiker Sensus Penduduk (SP) 2010 yang menutupi stiker calon “BANI” (Bambang Suhartono-Abdullah Qonik), fia mengatakan hal itu sudah dikonfirmasi kepada petugas sensus. “Tim `BANI` melaporkan ada 30 stiker BANI yang ditutupi, tapi petugas sensus bilang hanya enam. Kami sudah panggil tim `BANI`, ternyata tidak datang, sedangkan petugas sensus justru datang,” katanya menegaskan.

Hasil konfirmasi dengan petugas sensus, hal itu dilakukan tanpa kesengajaan, karena petugas itu hanya mengejar target dan kecepatan, sehingga hal itu dapat terjadi di Kecamatan Panceng. “Untuk kasus pemerasan dalam kampanye yang dilaporkan tim `SQ` (Sambari-Qosim), kami juga sudah mengecek hingga ke lokasi, ternyata siapapun yang kampanye di lapangan Desa Suci, Kecamatan Manyar itu memang dikenai iuran Rp4 juta,” ucapnya mengungkapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: