2014 Puncak Produksi Minyak Dunia

Produksi minyak terancam segera berakhir. Pasalnya, sejumlah ilmuwan Kuwait memprediksikan bahwa produksi minyak dunia akan mencapai puncaknya pada 2014. Itu berarti, setelah mencapai puncak, aktivitas produksi minyak akan terus menurun hingga tiba di satu titik ketika minya sudah benar-benar tidak bisa diproduksi lagi.

Dilansir VIVAnews, harga minyak mentah dunia sendiri belakangan ini kembali menunjukkan tren kenaikan setelah sempat anjlok hingga level di bawah US$ 40 per barel pada awal 2009 seiring anjloknya permintaan global akibat resesi ekonomi dunia. Harga minyak pernah mencapai level tertinggi di atas US$ 130 pada pertengahan 2008.

Sekarang, setelah setahun lewat, harga minyak mentah terus bergerak naik hingga sudah melewati level US$ 80 per barel. Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan kenaikan harga ini akibat mulai pulihnya perekonomian dunia, termasuk pertumbuhan akibat modernisasi ekonomi Cina dan India.

Pemerintah Indonesia termasuk yang mulai cemas dengan tren kenaikan harga minyak mentah dunia. Gara-gara kenaikan harga itu, Menteri Keuangan harus menambah subsidi energi di APBN 2010, baik berupa subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi listrik. Tambahan subsidi ini segera dibahas dengan DPR.

Hasil kajian ilmuwan Kuwait – salah satu negara produsen minyak utama dunia – merupakan versi terbaru dari perhitungan “model Hubert” yang cukup dikenal untuk meramalkan produksi minyak. Akurasi model ini pernah teruji pada 1956 untuk menghitung cadangan minyak AS yang diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam tempo 20 tahun.

Banyak peneliti di dunia memakai “model Hubbert” untuk memprediksi kapan produksi minyak di seluruh dunia mencapai puncaknya. Beberapa peneliti mengatakan produksi sudah mencapai puncak. Namun, peneliti lainnya berpendapat produksi minyak masih bisa puluhan tahun lagi, sebelum anjlok.

Proyeksi soal produksi minyak ini memang beragam. Peneliti Swedia menyatakan bahwa produksi minyak bakal mencapai puncak antara 2008 – 2018. Beberapa perusahaan minyak dan konsultan, seperti Cambridge Energy Research Associates telah berspekulasi puncak produksi minyak terjadi beberapa waktu setelah 2020.
Satu-satunya yang disepakati: “Minyak adalah sumber daya yang terbatas dan yang sangat berharga.”

Fisikawan Caltech, David Goodstein menilai prediksi terbaru itu memang serius, meski baru perkiraan. “Tentu, ada ketidakpastian dalam perkiraan besar semacam ini, tetapi prediksi ini mirip dengan yang saya lihat,” kata Goodstein seperti dikutip LiveScience, 12 Maret 2010.

Para ilmuwan Universitas Kuwait dan Kuwait Oil Company mengadopsi sebuah pendekatan terbaru yang juga mencakup “model Hubbert”, termasuk siklus produksi atau kurva berbentuk lonceng yang menunjukkan naik-turunnya sumber daya energi tak terbarukan ini.

Mereka memakai model baru untuk mengukur puncak produksi minyak berdasarkan pola produksi 47 negara produsen minyak utama dunia. Mereka juga mengambil data dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang mengontrol 35 persen cadangan minyak dunia.

Semula model penghitungan mengasumsikan siklus produksi hanya sekali. Padahal, secara historis kenyataannya sebagian besar negara produsen minyak mengalami naik turunnya produksi lebih dari sekali. Siklus ini sangat tergantung pada inovasi teknologi baru industri minyak, peraturan pemerintah, serta kondisi ekonomi politik suatu negara.

Contohnya Meksiko. Negara yang cukup lama menjadi eksportir minyak ini tengah mengalami penurunan produksi. Bahkan diperkirakan akan jadi importir minyak dalam beberapa dekade mendatang. Padahal, itu terjadi lantaran minim teknologi eksplorasi minyak, serta ketidakjelasan aturan larangan bagi perusahaan minyak asing berinvestasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: